PENGERTIAN KEPUTUSAN TERPROGRAM DAN TIDAK TERPROGRAM

Dalam teori pengambilan keputusan dilakukan pengklasifikasian keputusan pada dua jenis, yakni keputuran terprogram dan tidak teeprogram. (Eko nugroho) setia keputusan tersebut memiliki perbedaan masing-masing. 
A. Keputusan Terprogram
Keputusan terprogran diangggap suatu keputusan yang di jalankan secara rutin, tanpa ada persoalan-persoalan yang bersifat krusial. Karena setiap pengambilan keputusan yang dilakukan hanya berusaha membuat pekerjaan yang terkerjakan berlangsung secara baik dan stabil. Dalam realitas keputusan terprogram mampu di selesaikan ditingkat ini paling rendah tanpa harus membutuhkan masukan keputusan dari pihak sangat terkait, seperti para middle dan top management. Jika dibutuhkan keterlibatan middle management ini hanya pada pelurusan bebeapa bagian teknis. Contohnya adalah pekerjaan yang dilaksanakan dengan rancangan SOP (Standard Operating Prosedure) yng sudah dibuat sedemikian rupa. Sehingga dalam pekerjaan dilapangan para bawahan sudah dapat mengerjakannya secara baik apalagi jika disertai dengan buku panduan operasionalnya, adapun yang menjadi persoalan jika para bawahan belum mengerti secara benar, misalnya ada beberapa bagian yang tidak terjelaskan pada buku panduan tersebut maka di waktu yang akan datang akan dilakukan revisi atau semacam penyempurnaan konsep. Pada dasarnya suatu keputusan yang terprogran akan dapat terlaksana dengan baik jika memenuhi beberapa syarat seperti di bawah ini, yakni; (P. Siagian:1994)
1. Termilikinya sumberdaya manusia yang memenuhi syarat sesuai standar yang diinginkan.
2. Sumber informasi yang baik bersifat kualitatif dan kuantitatif adalah lengkap dan tersedia. Serta indormasi yang diterima adalah dapat di percaya.
3. Puhak organisasi menjamin dari segi ketersediaan dana selama keputusan yang terprogran tersebut dilaksanakan.
4. Aturan dan kondisi eksteenal organisasi mendukung terlaksananya keputusan terprogram ini hingga tuntas. Seperti peraturan dan berbagai ketentuan lainnya tidak ikut menghalangi, bahkan sebaliknya turut mendukung.

B. KEPUTUSAN TIDAK TERPROGRAM
Berbeda dengan keputusan terprogram, keputusan tidak terprogram biasanya diambil dalam usaha memecahkan masalah-masalah baru yang belum pernah dialami sebelumnya, tidak bersifat repetitif, tidak terstruktur, dan sukar mengenali bentuk, hakikat, dan dampaknya. (S.P. siagian; 1994) Menurut Ricky W. Griffin mendefinisikan keputusan tidak teeprogram adah suatu keputusan yang secara relatif tidak terstruktur muncul lebih jarang daripada suatu suatu keputusan yg terprogram. Pada pengambilan keputusan yang tidak terprogram membutuhkan kompetensi khusus untuk menyelesaikannya, seperti top management dan para konsultan dengan tingkat skill tinggi. Contohnya kasus- khusus, kajian strategis, dan berbagai masalah yang membawa dampak besar bagi organisasi.

Sumber;
Eko Nugroho, 2008, Sistem Informasi Manajemen: Konsep Aplikasi Perkembangannya, Adi, Yogyakarta. Hal. 75.
S.P Siagian, 1994, Teori Praktek Pengambilan Keputusan, Jakarta, CV Haji Masagung. Hal.26-27.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Ushul Al-Masail dan Metode Tashih Al-Masail

MAKALAH Studi kelayakan bisnis Aspek Teknis Dan Teknologi