Postingan

Menampilkan postingan dengan label hadits ahkam

ILMU MUHKAM WAL MUTASYABIH

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG “Al-Qur’an memberikan kemungkian arti yang tak terbatas. Ayat-ayatnya selalu terbuka untuk interpretasi baru; tidak pernah pasti dan tertutup dalam interpretasi tunggal” (Muhammad Arkoun) Betapa indah gambaran Muhammad Arkoun dalam menjelaskan Al-Qur’an. Sepanjang zaman Al-Qur’an akan selalu mengalami perkembangan penafsiran (interpretasi baru) sesuai background sang penafsir. Pendapat  Muhammad Arkoun di atas, dapat kita buktikan dalam salah satu kajian Ulumul Qur’an, yaitu tentang Muhkamdan Mutasyabih. Sebuah kajian yang sering menimbulkan kontroversial sepanjang sejarah penafsiran Al-Qur’an, karena perbedaan ’interpretasi’ antara ulama mengenai hakikat Muhkam dan Mutasyabih. Al Qur’an adalah sebuah kitab suci yang menjadi landasan dasar hukum dan tuntunan hidup bagi orang muslim. Adakalanya orang muslim mendapati suatu masalah, maka mereka akan lari mencari jawabannya didalam Al Qur’an. Perlu kita ketahui, bahwa ayat-ayat yang terkan...

makalah tentang larangan suap

PENDAHULUAN Dalam kamus bahasa indonesia suap ialah kata yang ditenggari oleh perbincangan atau uang sogok. Akan tetapi pada umumnya disebut dengan uang pelicin. Uang pelicin pada umumnya digunakan untuk memuluskan jalan dari berbagai hal, agar segala sesuatu yang dianggap hambatan dapat teratasi sesuai dengan harapan sang penyuap. Tidak ada suap atau pelicin yang disandingkan dengan sesuatu yang baik, selalu ada sesuatu yang tidak beres didalamnya. Seseorang melakukan suap karena memang ia tidak beres dan harus berhadapan dengan hukum, ia juga tidak mungkin menyuap jika tidak ada keinginan mendapatkan imbalan dari sogokan yang diberikannya. Setiap profesi memiliki suatu resiko untuk terjebak dalam dunia suap-menyuap, sebab batas antara kekuatan iman dan terjerumus kedalam suatu godaan hanyalah setipis kulit bawang. Manusia bukan malaikat yang tidak membutuhkan materi, manusia ialah makhluk penggoda dan gampang untuk tergoda. Terkadang tidak menyadari akibat ketergodannya yang m...

ittihad

ITTIHAD (Tingkatan Maqam Tertinggi Pada Seorang Sufi) Oleh: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I A.    Latar Belakang Tujuan dari ilmu tasawuf adalah mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya. Seseorang yang sudah mencapai perasaan atau keadaan terdekat dengan Allah maka dapat dikatakan tujuan orang tersebut berhasil dicapai. Jadi orang melakukan ibadah kepada Allah bukan untuk mencari maqam, melainkan semata-mata karena Allah, dan juga bukan untuk terhindar dari neraka dan masuk ke surga. Orang yang sudah mencapai tingkatan orang yang mendekatkan diri kepada Allah, maka ia ak...