PORTOFOLIO INVESTASI
portofolio
merupakan sekumpulan investasi dengan tingkat keuntungan dan risiko yang
berbeda-beda yang digabungkan untuk memenuhi tujuan investasi serta mengurangi
risiko. Sedangkan Portofolio investasi adalah kumpulan dari beberapa jenis
instrumen investasi yang dirancang dengan komposisi tertentu untuk mencapai
target imbal hasil yang diharapkan.
Dengan
memiliki beberapa instrumen investasi dalam satu portofolio, kita juga
sekaligus menerapkan prinsip diversifikasi yang merupakan salah satu cara
mengelola risiko.[1]
Tujuan
melakukan portofolio adalah untuk mengurangi risiko bagi pihak yang memegang
portofolio. Pengurangan risiko itu dilakukan dengan diversifikasi risiko.
Dalam
membangun sebuah portofolio yang dimiliki investor maka karakteristik investor
harus dipahami. Karakteristik investor sangat bervariasi dan berbeda. Dengan
memahami karakteristik investor maka manajer investasi dapat memberikan nasihat
portofolio yang akan dibangun untuk kepentingan investor.
Proses
portofolio mempunyai empat tahap yaitu tahap tujuan investasi, tahap ekspektasi
pasar, tahap membangun portofolio, dan tahap evaluasi kinerja.
a. Tahap tujuan investasi
Tahap
penentuan tujuan investasi merupakan tahapan awal yang harus dikerjakan oleh
semua pihak bila ingin melakukan pengelolaan portofolio investasi. Pada tahap
ini, investor harus memahami besarnya risiko yang ditolerir oleh investor atas
portofolio investasi yang dimilikinya.
b. Tahap ekspektasi pasar
Tahap kedua
yang dilakukan oleh investor adalah mengumpulkan informasi mengenai seluruh
instrumen investasi yang ada, dan bagaimana keinginan berbagai pihak terhadap
seluruh pasar investasi. Informasi yang dibutuhkan yaitu ekspektasi pasar atas
instrumen investasi. Bila ekspektasi pasar tersebut terlalu rendah atau terlalu
tinggi dan tidak sesuai dengan tujuan investor maka investor harus merevisi
ulang tujuanya agar sesuai dengan keadaan pasar. Bila ekspektasi pasar tidak
sesuai maka investor akan menemukan siklus investasi yang tidak sesuai.
c. Tahap membangun portofolio
Tahap
ketiga, merupakan tahap implementasi keahlian manajer investasi atas keinginan
investor dan situasi pasar yang ada. Pada tahapan ini, manajer investasi
membeli dan menjual instrumen investasi yang sesuai dengan keinginan investor.
Ketika manajer investasi melakukan riset mengenai keadaan pasar maka manajer
investasi sudah tahu aset finansial yang menjadi portofolio manajer investasi.
d. Tahap keempat merupakan tahap akhir dari proses
portofolio yaitu melakukan perhitungan atas portofolio yang dikelolanya.
Selanjutnya, hasil pengelolaan portofolio dalam bentuk tingkat pengembalian
(return) dibandingkan dengan tingkat pengembalian patokan (benchmark). Kepuasan
manajer investasi akan terjadi bila tingkat pengembalian portofolio lebih
tinggi dari tingkat pengembalian patokan. Ini juga menunjukkan keahlian manajer
investasi terlihat baik dari segi alokasi aset, pemilihan instrumen, dan
kemampuan market timing.
Keempat
proses tahapan portofolio tersebut di atas saling berkaitan, karena hasil yang
dicapai merupakan output dari tahapan sebelumnya.
ada tiga jenis portofolio yaitu :
a.
Portofolio yang berdasarkan strategi investasi yang agresif.
Ini adalah portofolio yang membidik keuntungan tertinggi yang mungkin tercapai.
Portofolio ini hanya cocok untuk investor yang rela memikul risiko yang tinggi
demi memperoleh keuntungan yang setinggi-tingginya. Portofolio yang agresif ini
biasanya memiliki porsi investasi yang besar di instrumen saham.
b. Portofolio yang berdasarkan strategi investasi
yang konservatif. Portofolio ini mengutamakan keamanan. Karena itu, portofolio
konservatif lebih cocok untuk investor yang cenderung menghidari risiko dan
memiliki horizon investasi tak terlalu lama. Portofolio ini biasanya berisi
aset kas atau setara kas dan instrumen pandapatan tetap yang berkualitas bagus.
Tujuan utama portofolio konservatif adalah mempertahankan nilai uang agar tak
tergerus inflasi .
c. Portofolio
moderat. Portofolio ini paling pas untuk investor yang memiliki horizon
investasi cukup panjang kemudian risiko yang sedang. Dalam kasus ini, investor
biasanya mencari keseimbangan antara risiko dan keuntungan yang dihasilkan
portofolio tersebut.[2]
Portofolio yang efisien ini dapat
ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian
meminimumkan resikonya atau menentukan tingkat resiko tertentu dan kemudian
memaksimumkan return ekspektasinya.
Investor yang rasional akan memilih portofolio yang
efisien ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan
satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau resiko portofolio. Sedangkan Portofolio
optimal merupakan
pilihan dari berbagai sekuritas dari portofolio efisien.[3]
Portofolio yang optimal ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian
meminimumkan risikonya, atau menentukan tingkat risiko yang tertentu dan
kemudian memaksimumkan return
ekspektasinya.
Dalam
memilih portofolio yang optimal ada beberapa pendekatan yaitu:
- Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor
Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor
mengasumsikan hanya didasarkan pada return ekspektasi dan risiko dari
portofolio secara implisist yang menganggap bahwa investor mempunyai fungsi
utility yang sama atau berada pada titik persinggungan utiliti investor dengan
effiicient set.
- Portofolio optimal berdasarkan model Markowitz
Dalam pendekatan ini pemilihan portofolio investor
didasarkan pada preferensi mereka terhadap return yang diharapkan dan risiko
masing-masing pilihan portofolio, kontribusi yang sangat pentinga bagi investor
adalah bagaimana seharusnya melakukan deversifikasi secara optimal.
- Portofolio optimal dengan adanya simpanan dan pinjaman bebas risiko
Aktiva bebas risiko adalah aktiva yang mempunyai return ekspektasi tertentu dengan varian
return (risiko) yang sama dengan nol, karena variannya sama dengan nol, maka
kovarian antara bebas resiko juga sama dengan nol.
- Portofolio optimal berdasarkan model Indeks Tunggal
Model indeks tunggal dapat digunakan sebagai
alternatif dari model Markowitz untuk menentukan efficient set dengan
perhitungan yang lebih sederhana. Model ini merupakan penyederhanaan dari model
Markowitz. Model ini dikembangkan oleh William Sharpe (1963) yang disebut
dengan (single-index model), yang
dapat digunakan untuk menghitung return ekspektasi dan risiko portofolio.
- Portofolio optimal berdasarkan model Indeks Ganda
Saya seorang ibu rumah tangga dan sy mempunyai 2 anak yatim. Sya mohon para dermawan yg mau membantu biaya sekolah anak sy sy sangat berharap sekali dan sy mempunyai hutan di rentenir dan sy blm bisa membayarnya hutang terus berbunga dan sy mohon bantuannya para dermawan
BalasHapus