DINAMIKA PANCASILA PADA ERA REFORMASI
Era reformasi tahun 1998,lahir dengan semangat menghapuskan pengalaman pengalaman buruk pengalaman-pengalaman buruk penyelenggaraan bernegara yang dilalukan oleh orda buruk penyelenggaran bernegara yang dialukan oleh Orde baru dan melalukan reformasi atas penyelenggaraan pemerintahan.tuntunan reformasi saat itu adalah:1)Amandemen UUD 1945,2)penghapusan doktrin Dwi Fungsi ABRI,3)penegakan hokum,HAM,dan pemberantasan KKN,4)Otonomi daerah 5)kebebasan Pers,dan 6)Mewujudkan kehidupan demokrasi.Ekseslain dari reformasi adalah anggapan bahwa semua warisan orde baru dianggap menyimpan dari harus dihapuskan,termasuk didalamnya pancasila.ideologi pancasila yang dimunculkan dengan Naskah P4 dianggap alat legimitasi kekuasaan orde baru.selama peroses reformasi ini pancasila seakan terpinggirkan.pancasila ibarat mengalami .Hibernasi dan tidak ada pihak yang berusaha menggungahnya (Fuad Hassan.2006:38)
Di masa awal
reformasi.pancasila telah dilupakan banyak orang.
Setidaknya hal ini
diakui oleh mantan presiden BJ Habibie dalam pidato peringatan Hari lahir
Pancasila 1 juni 2011,yang menyatakan sebagai berikut.
“Ada sejumlah
penjelasan,mengaoa pancasila seolah ‘lenyap dari kehidupan kita.pertama.situasi
dan lingkungan kehidupan bangsa yang telah berubah baik ditingkat
domestik,regional,maupun global! Situasi dan lingkungan kehiduoan bangsa pada
tahun 1945 -66 tahun yang lalu-telah mengalami perubahan yang amat nyata pada saat ini.dan akan terus
berubah pada masa yang akan dating.kebelumberhasilan kita melalukan
reaktualisassi nilai-nilai pancasila tersebut menyevabkan kebersaingan pancasila
dari kehidupan nyata bangsa Indonesia.kedua terjadinya euphoria reformasi
sebagai akibat dari traumatisnya
masyarakat terhadap penyalahgunaan kekuasaan dimasa lalu yang mengatasnamakan
pancasila….berimplikasi pada munculnya’’ amnesia nasional ‘’ tentang pentingnya
kehadiran pancasila sebagai groundnorm(norma dasar)yang mampu menjadi payung
kebangsaan yang menaungi seluruh warga yang beragam suku bangsa.adat istidat
budaya,bahasa,agama,dan afiliasi politik ‘’(http.//www.repblika.co.id)
Memang telah menjadi
phenomena umum bahwa pada awal reformasi pamor Pancasila tampak
meredup,sebagaimana dinyatakan oleh Jimly Asshiddique (2009),terjadi perkembangan
yang sangat menarik, yaitu sejak bergulirnya Era Reformasi tahun 1998,kata
Pancasila menjadi semakain jarang diucapkan,dikutip,dan dibahas,baik dalam
konteks kenegaraan,kebangsaan,dan kemasyarakatan. Mahfud MD (2008),juga
menyatakan realitas politik sangat terasa bahwa sejakEra Reformasi semangat menggelorakan Pancasila mulai
mengendur. Di tengah kebebasan dan demokrasi yang berjalan,kesan masyarakatan
terhadap Pacasila pasca Orde Baru sekarang in sedang berada pada titik jenuh
dan terjadinya penistaan terhadap Pancasila sebagai akibat dari misifikasi dan
ideologis Pancasila oleh Orde Baru (Gumilir R Somantri,2006). Azyumardi AzRA
(2003) SELAKU Ketua Presidium Ikatan Cendikiawaan Muslim Indonesia (ICMI)
mengatakan bahwa komitmen melaksanakan Pancasila dalam berbangsa dan bernegara semakin luntur. Hal ini
disebabkan karena laju liberalisasi di segala bidang baik politik,hokum,dan
ekonomi yang begitu kuat dalam masyarakatan
Indonesia.
Komentar
Posting Komentar