LAPORAN MANAJERIAL
Laporan Manajerial
Suatu
instansi, sekolah atau perusahaan pasti
memiliki informasi mengenai apa saja yang harus disimpan dan dilaporkan kepada
atasannya, baik berupa data – data penting, data pribadi karyawan, maupun data
umum perusahaan.
Laporan Manajerial sendiri merupakan keterangan atau
informasi yang dihimpun, diolah, dan disajikan secara tertulis, baik berupa
hard file maupun dengan soft file.
Dalam Laporan manajerial pasti memeiliki beberapa sub materi yang harus diketahui, pada artikel ini akan kami bahas mengenai Peranan Sisten Pelaporan, Jenis Laporan Manajerial, Bentuk Laporan, Teknik Menyajikan Laporan, dan Analisis terhadap Laporan Manajerial.
A.
Peranan Sistem Pelaporan
Menurut pengertian umum, Laporan adalah suatu dokumen
sebagai hasil serangkaian kegiatan mencari dan menyajikan informasi mengenai
suatu hal tertentu.
Perkataan report diturunkan dari awalan latin re- yang berarti ‘kembali’, dan dari
kata latin portare yang berarti
‘mengangkut. Suatu laporan dengan dengan demikian adalah sesuatu yang dibawa
atau diangkut kembali. Seseorang telah dikirim untuk membuat suatu penyelidikan
dan datang kembali mengangkut jawaban.1
Dalam artian dasar, dokumen adalah sebuah naskah tertulis
yang memuat fakta – fakta sebgai kesaksian mengenai kenyataan sesuatu hal.
Dengan demikian, laporan merupakan keterangan atau informasi yang dihimoun,
diolah, dan disajikan secara tertulis, baik berupa pengamatan, penyelidikan,
ataupun studi.
Secara terperinci, laporan manajerial memiliki berbagai
peranan sebagai berikut :
a. Bagi organisasi sebagai suatu kebulatan, laporan
manajerial dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan
organisasi tersebut.
b. Bagi pelaksanaan suatu tugas dalam organisasi, laporan
manajerial dapat menunjukkan sesuatu segi yang perlu disempurnakan untuk
kelancaran tugas organisasi tersebut.
c. Bagi manager organisasi sebagai pimpinan, laporan
manajerial dapat menyediakan berbagai data untuk pembuatan keputusan pimpinan
beserta tindak kelanjutan yang jitu.
d. Bagi petugas organisasi sebagai pelaksana, laporan manajerial dapat menjadi sarana untuk menyampaikan kesimpulan penting atau gagasan baru kepada atasannya.
Dalam perkembangan pada badan – badan perusahaan,
instansi, maupun sekolah, sistem pembuatan laporan manajerial dikaitkan dengan
peningktan terwujudnya manajemen berdasarkan tujuan (management by
objectivies).
B.
Jenis Laporan Manajerial
Dalam laporan manajerial terdapat jenis – jenis laporan,
yang dapat dibedakan dari beberapa sisi, jenis laporan dibagi menjadi : Berdasarkan waktu penyampaian, berdasarkan
cara penyampaian, berdasarkan bentuk penyampaian, berdasarkan sifat penyajian, dan
berdasarkan maksudnya.
Jenis
– jenis laporan manajerial sebagai berikut :
1. Berdasarkan Waktu Penyampaian
a.
Laporan Rutin
b.
Laporan Insidential
2.
Berdasarkan Cara
Penyampaian
a.
Laporan Lisan
b.
Laporan Tertulis
c.
Laporan Visual
3.
Berdasarkan Bentuk
Penyampaian
a.
Bentuk Surat
b.
Bentuk Formulir
c.
Bentuk Naskah/Karangan
4.
Berdasarkan Sifat
Penyajian
a.
Laporan Informal
b.
Laporan Formal
5.
Berdasarkan Maksudnya
a.
Laporan Informatif
b.
Laporan Rekomendasi
c.
Laporan Pertanggung
jawaban
d.
Laporan Analistis
e.
Laporan Perkembangan
f.
Laporan Studi
Kelayakan
C.
Bentuk Laporan
Seperti yang telah kami tulis diatas,
laporan terdiri atas beberapa bentuk yaitu :
1.
Laporan dalam bentuk
surat
Laporan dalam bentuk surat memuat informasi yang terbatas hanya poin-poin terpenting saja yang ditulis didalamnya.
2.
Laporan dalam bentuk formulir
Laporan dalam bentuk ini disajikan dalam bentuk
dan format yang tetap. Dengan kata lain, yang berubah adalah isinya, tetapi
materi yang dilaporkan tetap. Laporan bentuk ini biasanya dilakukan dalam
laporan rutin.
3.
Laporan dalam bentuk naskah atau karangan
Laporan ini menyampaikan informasi yang cukup banyak. Biasanya digunakan dalam menulis laporan formal misalnya skipsi, thesis dan disertasi.
D. Teknik Penyajian Laporan
Beberapa hal yang
harus diperhatikan dalam penyajian laporan
1.
Judul Pengamatan
2.
Hal yang diamati
3.
Waktu Pengamatan
4.
Lokasi Pengamatan
5.
Proses Pengamatan
6.
Peserta Pengamatan
7.
Tujuan Pengamatan
8.
Hasil Pengamatan
9.
Kesimpulan
Terdapat pula langkah – langkah dalam menyajikan laporan
menurut A. E Darbyshire (Report Writing, 1971), yaitu :
1.
Menafsirkan kerangka
acuan.
2.
Membuat suatu daftar
tugas kerja utama yang harus dilakukan.
3.
Menetapkan jadwal
tugas tersebut dengan suatu perkiraan tanggal atau waktu penyelesaiannya masing
– masing.
4.
Menghimpun bahan
sesuai dengan jadwal tersebut.
5.
Memilah dan memilih
serta menilai material sewaktu material itu sedang dihimpun.
6.
Menilai dan mengatur
material setelah semuanya terhimpun.
7. Merancang, menulis dan menyempurnakan laporan.
E. Analisis Laporan Manajerial
a.
Pendahuluan
Memuat latar belakang
masalah , tujuan penulisan laporan tersebut dibuat.
b.
Isi laporan dan
pembahasan
Bagian utama dalam
membuat laporan yaitu menyampaikan isi laporan yang dibuat serta membahas
masalah utama laporan tersebut dibuat
c.
Penutup atau
kesimpulan
Penutup atau kesimpulan berisi salam penutup sebagai penanda akhir suatu laporan, menganalisis mengapa laporan tersebut dibuat dengan memperhatikan masalah yang terjadi.
Kesimpulan
Setiap laporan harus mengikuti suatu kerangka umum yang diperkembangkan secara hati-hati. Penyusunan suatu laporan manajerial sebaiknya berpegang teguh pada suatu kerangka acuan (terms of reference), yitu segenap persyaratan mengenai fakta yang harus dicari, data yang perlu diolah, dan saran yang hendaknya disampaikan.
Setiap laporan manajerial yang perlu
dibuat harus mempunyai tujuan terrtentu, yaitu kegunaan yang iharapkan timbul
dari penyajian informasi dengan kesimpulan/rekomendasi mengenai suatu hal
tertentu dalam organisasi. Sebuah asas yang akan dikemukakan untuk penulisan
laporan ialah relevansi dalam pengertian bahwa suatu laporan harus dihentikan
bilamana tidak lagi mencapai tujuan yang ditentukan semula.
Data dalam laporan manajerial perlu
disusun menurut urutan logis. Urutan yang demikian dapat berdasarkan hubungan
sebab dan akibat atau menurut butir-butir yang elementer sampai kepada hal
pokok. Urutan waktu atau kronologis suatu laporan perlu disimpulkan dan
dicarikan saran pemecahannya. Oleh karena itu suatu laporan manajerial memiliki
peranan macam-macam yang penting dalam suatu organisasi.
Komentar
Posting Komentar